Jamur tiram merupakan salah satu
jenis jamur konsumsi yang banyak
diminati pasar. Kandungan protein,
kalori, zat besi, dan berbagai
macam vitamin yang terdapat di dalamnya sering
dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan
makanan sehat dengan cita rasa yang cukup
nikmat. Hal inilah yang membuat kebutuhan
pasar jamur tiram setiap harinya menunjukan
peningkatan yang sangat tajam, sehingga jamur
konsumsi ini berpotensi untuk dikembangkan
menjadi komoditas ekspor yang memiliki nilai
ekonomi tinggi.
Pada dasarnya
jamur tiram hidup
di daerah yang
sejuk seperti di
kawasan
pegunungan
maupun hutan.
Biasanya jenis
jamur ini tumbuh di
permukaan batang pohon yang sudah lapuk atau
di bawah pohon berdaun lebar yang intensitas
cahaya mataharinya tidak terlalu besar. Namun,
melihat potensi bisnis budidaya jamur tiram yang
semakin cerah, banyak masyarakat yang mulai
tertarik untuk mencoba membudidayakannya
dengan media buatan yang tidak jauh berbeda
dengan habitat aslinya.
Budidaya Jamur Tiram
Menurut pengelompokannya jamur tiram berasal
dari genus pleurotus yang memiliki ciri-ciri
tangkai tumbuh menyamping. Beberapa jenis
jamur tiram yang sering dibudidayakan
masyarakat antara lain jamur tiram putih
( pleurotus ostreatus ), jamur tiram abu-abu
( pleurotus sajorcaju), jamur tiram coklat
( pleurotus cystidiosus), jamur tiram merah
( pleurotus flabellatus ), serta jamur tiram kuning
(pleurotus sp.) . Di Indonesia sendiri, jenis jamur
tiram yang banyak dibudidayakan yaitu jamur
tiram yang berwarna putih ( pleurotus ostreatus ).
Dalam budidaya jamur tiram , media
tanam yang sering digunakan
pelaku usaha jamur adalah substrat
berupa serbuk gergaji kayu yang
dicampurkan dengan bekatul, kapur, dan air.
Untuk membuat media tanam yang biasa disebut
dengan baglog jamur ini, semua bahan harus
difermentasikan terlebih dahulu sebelum akhirnya
dikemas dalam plastik dan disterilisasikan
dengan cara dikukus atau dioven.
Selain mempersiapkan media tanam yang sesuai
dengan habitat aslinya, pelaku usaha jamur
sebaiknya juga memperhatikan kelembaban,
suhu, serta intensitas cahaya matahari yang
disesuaikan dengan kebutuhan daur hidup jamur
tiram. Misalnya saja pada masa pertumbuhan
misellium maka hindari sengatan sinar matahari
langsung, sedangkan pada masa pertumbuhan
badan buah maka diperlukan sinar matahari
hingga 60-70%. Selanjutnya, perhatikan pula
suhu ideal yang sesuai dengan habitat alami
pertumbuhan jamur tiram. Pada tahapan
inkubasi, pelaku usaha membutuhkan suhu udara
antara 22-28 C dan pada masa pembentukan
badan buah suhu udara yang dibutuhkan berkisar
antara 16-22 C.
Meskipun habitat aslinya identik dengan tempat
yang sejuk dan lembab seperti di daerah dataran
tinggi, namun tidak menutup kemungkinan Anda
pun bisa membudidayakan jamur tiram sebagai
potensi daerah di dataran rendah. Untuk
menyiasatinya, Anda bisa membuat ruangan atau
kumbung jamur yang disesuikan dengan iklim
pada habitat alami jamur tiram. Sehingga
dimanapun Anda berada, bisnis budidaya jamur
tiram masih bisa Anda kembangkan sebagai
peluang usaha . Selalu ada jalan menuju
kesuksesan, bila Anda mau mencoba dan terus
berusaha. Salam sukses.
Kamis, 25 Desember 2014
Jamur jamur
Kamis, 18 Desember 2014
Madu syamil
Madu Syamil Dates Honey, Madu Anak Sibuah
Hati!Alhamdulillah , telah hadir madu lengkap
untuk si buah hati anda, Syamil Dates Honey,
dengan komposisi madu, kurma, zaitun, dan
habbattusssauda yang dilengkapi dengan
curcuma, vitamin c dan omega 3, 6 & 9 serta
propolis, sangat baik untuk pertumbuhan dan
daya tahan tubuh serta meningkatkan
kecerdasan anak..
FOOD SUPLEMEN ANAK MENGANDUNG
SEGALA KEBAIKAN THIBBUN NABAWI
PLUS OMEGA 3, 6 & 9 PERTAMA
MENGANDUNG PROPOLIS
SYAMIL DATES HONEY:
Mengandung komposisi lengkap: Madu, Kurma,
Zaitun dan Habbatussauda.
Mengandung Omega 3, 6 & 9.
Mengandung Propolis.
Diperkaya Curcuma dan Vitamin C.
Memiliki tekstur yang lembut, rasa dan aroma
yang lezat.
Kualitas yang stabil dan terjaga karena diawasi
tenaga ahli berpengalaman.
Tanpa bahan pengawet.
KHASIAT, dengan izin Allah SYAMIL DATES
HONEY bermanfaat untuk :
Mencerdaskan otak.
Meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh.
Membantu pemulihan DBD (demam berdarah).
Menambah nafsu makan.
Menurunkan demam panas tinggi.
Melancarkan pencernaan.
Membantu menyembuhkan batuk, pilek dan
radang tenggorokan.
Mencegah kejang-kejang.
Meningkatkan pertumbuhan otot dan tulang.
Anti leukimia.
Membantu menyembuhkan amandel, sariawan,
asma, TBC, flek, kanker usus, cacingan,
sembelit, dll.
PROFIL: Madu Lengkap Si Buah Hati – Syamil
Dates Honey
Komposisi: Madu, Kurma, Minyak Zaitun,
Habbatussauda, Propolis, Curcuma, dan Vitamin
C.
Isi: 125 ml.
Kemasan: Botol plastik.
Isi per karton: 24 Botol.
Berat per karton: 6 kg.
Harga eceran konsumen: Rp.22.000
No. Sertifikat Dinkes P-IRT: 2093271041067
No. Sertifikat Halal LPPOM-MUI: (insya Allah,
sedang dalam proses)
Diproduksi oleh:
Mitra Ihsan Sejahtera Bogor-Indonesia
Untuk pemesanan partai besar atau kecil bisa menghubungi 085729161989/089652135141/085643647823..siap kirim juga..lokal ataupun luar jawa.
Langkah menuju kesempurnaan iman
Sungguh keliru, jika mengaku Muslim masih salah
dalam menentukuan tujuan dan arah hidup.
Apalagi secara lalai, abai, atau bahkan sengaja
mengesampingkan aspek iman-taqwa dan lebih
memprioritaskan aspek lain yang sifatnya
kenikmatan-kenikmatan semu.
Kenikmatan Semu
Kenikmatan-kenikmatan jasadiah (semu)
sesungguhnya bukanlah sumber kebahagiaan
sebagaimana anggapan kebanyakan manusia baik
dari zaman Nabi Adam hingga kelak di masa
akhir zaman.
Anggapan itu muncul tidak lain karena manusia
lebih mengedepankan kekuatan indera
(pragmatisme) dan menafikan kekuatan mata
hati (batin)
Bagi mereka kebahagiaan itu adalah
melimpahnya harta, tingginya kekuasaan, dan
banyaknya wanita yang berada dalam
kehidupannya. Mereka sama sekali tidak mampu
melihat realita di balik indera. Baginya hidup ini
adalah dunia dan tidak ada kehidupan setelah
dunia ini. Allah mengkategorikan orang-orang
seperti itu sebagai orang kafir.
Secara bahasa, makna kafir atau kufur berarti
kafara yang artinya ‘tertutup’ atau terhapus.
Sedang yang dimaksudkan dengan orang kafir
adalah orang yang tertutup mata hatinya dari
kemampuannya untuk melihat hakikat kebenaran
dan karena itu akan selalu sesat dalam melihat
arti kebahagiaan.
Ketika mata hati seorang manusia tertutup maka
akal sehatnya, batinnya, dan perasaannya tidak
akan berfungsi dengan baik. Inilah yang
menyebabkan mengapa banyak orang berani
melawan kebenaran dari Allah Subhanahu
Wata’ala. Jiwa raganya telah diselimuti oleh
kekuatan setan yang pasti akan selalu berbuat
keruasakan dan kesesatan.
ﻭَﺇِﺧْﻮَﺍﻧُﻬُﻢْ ﻳَﻤُﺪُّﻭﻧَﻬُﻢْ ﻓِﻲ ﺍﻟْﻐَﻲِّ ﺛُﻢَّ ﻻَ ﻳُﻘْﺼِﺮُﻭﻥَ
“Mereka yang selalu menyesatkan manusia dari
jalan kebenaran ini ada dua yaitu orang yang
kafir dan orang yang fasik. Seperti dalam
firman-Nya, “Dan teman-teman mereka (orang-
orang kafir dan fasik) membantu syaitan-syaitan
dalam menyesatkan dan mereka tidak henti-
hentinya (menyesatkan).” … (QS.7 Al-A’raf :
202)
Bagi orang yang demikian itu, dan biasanya
kelompok ini selalu ada di setiap zaman,
keimanan bukanlah hal penting. Bagi mereka
kebahagiaan sama seperti anggapan kebahagiaan
yang dimiliki oleh Fir’aun, Namrudz, Qarun, dan
Tsa’labah memandang kebahagiaan. ..
Na’udzubillahi min dzalik.
|
Jaga iman dan sempurnakan
Setiap Muslim berkewajiban untuk menjaga
keimanannya dan ketaqwaannya kepada Allah
Subhanahu Wata’ala agar mata hati, akal sehat,
dan perasaannya tetap berada diliputi oleh
cahaya kebenaran dari Allah SWT, sehingga
terhindar dari mengikuti langkah-langkah setan.
Mengenai hal ini Rasulullah Shallallahu ‘alaihi
Wassalam senantiasa mengajarkan umatnya
untuk berupaya semaksimal mungkin
menyempurnakan imannya setiap saat, dimana
dan kapan pun juga. Oleh karena itu tidak
semestinya seorang Muslim memprioritaskan hal
lain selain sempurnanya iman dalam jiwa dan
raga secara terus-menerus sepanjang hidup.
Menjaga iman apalagi menyempurnakannya
bukanlah perkara mudah namun juga tidak berarti
tidak bisa diupayakan. Hanya ada satu syarat
seorang Muslim bisa menyempurnakan iman
dengan sebaik-baiknya, yaitu menjadi Muslim
secara kaffah.
ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍْ ﺍﺩْﺧُﻠُﻮﺍْ ﻓِﻲ ﺍﻟﺴِّﻠْﻢِ ﻛَﺂﻓَّﺔً ﻭَﻻَ ﺗَﺘَّﺒِﻌُﻮﺍْ
ﺧُﻄُﻮَﺍﺕِ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥِ ﺇِﻧَّﻪُ ﻟَﻜُﻢْ ﻋَﺪُﻭٌّ ﻣُّﺒِﻴﻦٌ
“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu
ke dalam Islam secara keseluruhan, dan
janganlah kamu turut langkah-langkah setan.
Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata
bagimu. ” … (QS.2 Al-Baqarah : 208)
Muslim kaffah ialah Muslim yang senantiasa
mengikuti Rasulullah dalam segala hal dalam
kehidupannya. Hal itu tergambar dalam beberapa
ayat Al-Qur’an.
Satu di antaranya adalah;
‘Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar)
mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah
mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.”
Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
… (QS.3 Ali Imran : 31)
Hal inilah yang mendorong Umar bin Khaththab
selalu gelisah dengan kondisi rakyatnya. Oleh
karena itu dia mengharamkan kemewahan bagi
diri dan keluarganya. Selain itu Umar merelakan
seluruh hidupnya demi kebahagiaan seluruh
rakyatnya yang menjadi amanah tertinggi baginya
sebagai seorang pemimpin.
Kerusuhan, kericuhan, dan kesemrawutan yang
terjadi hari ini boleh jadi dikarenakan sudah
sangat banyak orang yang meninggalkan ajaran
Islam. Dalam hal apapun; memimpin, berdagang,
belajar, bekerja, hidup dll.
|
Kesempurnaan Iman
Dunia ini akan tetap aman dan tentram manakala
semua elemen masyarakat, bangsa dan negara
mampu memperagakan nilai-nilai Islam secara
kaffah dalam kehidupan sehari-hari.
Seorang Muslim yang baik (imannya) adalah
Muslim yang benar-benar mengikuti risalah
Rasulullah. Di antaranya adalah senantiasa
berkata baik atau diam, menghormati tetangga,
dan memuliakan tamu.
Dari Abu Hurairah ra., sesungguhnya Rasulullah
Saw. bersabda,
”Siapa yang beriman kepada Allah dan hari
akhir hendaklah dia berkata baik atau diam,
siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir
hendaklah dia menghormati tetangganya dan
barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari
akhir maka hendaklah dia memuliakan
tamunya.”
(HR. Bukhori – Muslim)
Satu contoh kecil. Sekarang tidak jarang orang
terjebak oleh suasana hati yang kurang bersih,
sehingga banyak juga di antara umat Islam yang
perkataannya sering melukai perasaan saudara
sesama Muslim.
Belum lagi akhlaq dan amalan-amalan mulia
Islam yang banyak ditinggalkan. Menerima tamu,
menghormati tetangga, bekerja, mengurus
keluarga (termasuk suami/istri dan anak),
mendidik yang benar, yang kesemuanya menuju
satu kesempurnaan iman.
Contoh lain. Tak sedikit gadis-gadis Islam tergila-
gila pria hanya karena ia ganteng dan cakep.
Bukan karena agamanya. Akibatnya, setelah
setahun dua tahun menikah, ujungnya tak lain
perceraian belaka.
Tak sedikit orangtua depresi di hari tua, karena
anak-anak yang mereka lahirkan dan diidam-
idamkan, akhirnya tidak memiliki kecintaan dan
rasa sayang padanya. Di kala anaknya sudah
sukses dan makmur, mereka jarang datang
menjenguknya, kecuali hanya kiriman uangnya
tiap bulan.
“Di saat saya sakit dan menderita,
mengjengukpun tidak pernah. Ia hanya
mengirimkan uang saja.”
Sesungguhnya tak ada yang salah. Ketika
orangtua mengajarkan dan mendidik anak-anak
mereka dengan sentuhan finansial semata, di
kala besar, pendekatan mereka juga finansial dan
uang.
Mungkin jika ditanya, anak-anak itu bisa berkata.
“Dulu semua dihitung dengan uang. Kini, ketika
saya sukses, telah aku kembalikan uangnya
secara perlahan-lahan.”
Banyak orangtua salah mendidik anaknya.
Padahal, aset berharga sebagai bekal hidup di
dunia fana adalah amal jariyah dan anak yang
sholeh.
”Jika anak Adam meninggal, maka amalnya
terputus kecuali dari tiga perkara, sedekah
jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan anak
shaleh yang berdoa kepadanya.” … (HR. Muslim)
Itulah sesungguh-sungguhnya aset berharga para
orangtua untuk bekal ke aherat. Akhirnya, marilah
kita kembalikan semuanya pada al-Quran dan
Sunnah (tuntunan Rasulullah), semata-mata agar
kita mendapatkan kemulian dan kesempurnaan
iman. */Imam Nawawi
|
99 Langkah Menuju Kesempurnaan Iman
01. Bersyukur apabila mendapat nikmat;
02. Sabar apabila mendapat kesulitan;
03. Tawakal apabila mempunyai rencana/
program;
04. Ikhlas dalam segala amal perbuatan;
05. Jangan membiarkan hati larut dalam
kesedihan;
06. Jangan menyesal atas sesuatu kegagalan;
07. Jangan putus asa dalam menghadapi
kesulitan;
08. Jangan usil dengan kekayaan orang;
09. Jangan hasad dan iri atas kesuksessan
orang;
10. Jangan sombong kalau memperoleh
kesuksessan;
11. Jangan tamak kepada harta;
12. Jangan terlalu ambitious akan sesuatu
kedudukan;
13. Jangan hancur karena kezaliman;
14. Jangan goyah karena fitnah;
15. Jangan berkeinginan terlalu tinggi yang
melebihi kemampuan diri.
16. Jangan campuri harta dengan harta yang
haram;
17. Jangan sakiti ayah dan ibu;
18. Jangan usir orang yang meminta-minta;
19. Jangan sakiti anak yatim;
20. Jauhkan diri dari dosa-dosa yang besar;
21. Jangan membiasakan diri melakukan dosa-
dosa kecil;
22. Banyak berkunjung ke rumah Allah (masjid);
23. Lakukan shalat dengan ikhlas dan khusyu;
24. Lakukan shalat fardhu di awal waktu,
berjamaah di masjid;
25. Biasakan shalat malam;
26. Perbanyak dzikir dan do’a kepada Allah;
27. Lakukan puasa wajib dan puasa sunat;
28. Sayangi dan santuni fakir miskin;
29. Jangan ada rasa takut kecuali hanya kepada
Allah;
30. Jangan marah berlebih-lebihan;
31. Cintailah seseorang dengan tidak berlebih-
lebihan;
32. Bersatulah karena Allah dan berpisahlah
karena Allah;
33. Berlatihlah konsentrasi pikiran;
34. Penuhi janji apabila telah diikrarkan dan
mintalah maaf apabila karena sesuatu sebab
tidak dapat dipenuhi;
35. Jangan mempunyai musuh, kecuali dengan
iblis/syaitan;
36. Jangan percaya ramalan manusia;
37. Jangan terlampau takut miskin;
38. Hormatilah setiap orang;
39. Jangan terlampau takut kepada manusia;
40. Jangan sombong, takabur dan besar kepala;
41. Berlakulah adil dalam segala urusan;
42. Biasakan istighfar dan taubat kepada Allah;
44. Hiasi rumah dengan bacaan Al-Quran;
45. Perbanyak silaturrahim;
46. Tutup aurat sesuai dengan petunjuk Islam;
47. Bicaralah secukupnya;
48. Beristeri/bersuami kalau sudah siap segala-
galanya;
49. Hargai waktu, disiplin waktu dan manfaatkan
waktu;
50. Biasakan hidup bersih, tertib dan teratur;
51. Jauhkan diri dari penyakit-penyakit bathin;
52. Sediakan waktu untuk santai dengan
keluarga;
53. Makanlah secukupnya tidak kekurangan dan
tidak berlebihan;
54. Hormatilah kepada guru dan ulama;
55. Sering-sering bershalawat kepada nabi;
56. Cintai keluarga Nabi saw;
57. Jangan terlalu banyak hutang;
58. Jangan terlampau mudah berjanji;
59. Selalu ingat akan saat kematian dan sedar
bahawa kehidupan dunia adalah kehidupan
sementara;
60. Jauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang
tidak bermanfaat seperti mengobrol yang tidak
berguna;
61. Bergaul lah dengan orang-orang soleh;
62. Sering bangun di penghujung malam, berdoa
dan beristighfar;
63. Lakukan ibadah haji dan umrah apabila sudah
mampu;
64. Maafkan orang lain yang berbuat salah
kepada kita;
65. Jangan dendam dan jangan ada keinginan
membalas kejahatan dengan kejahatan lagi;
66. Jangan membenci seseorang karena
pahaman dan pendiriannya;
67. Jangan benci kepada orang yang membenci
kita;
68. Berlatih untuk berterus terang dalam
menentukan sesuatu pilihan
69. Ringankan beban orang lain dan tolonglah
mereka yang mendapatkan kesulitan.
70. Jangan melukai hati orang lain;
71. Jangan membiasakan berkata dusta;
72. Berlakulah adil, walaupun kita sendiri akan
mendapatkan kerugian;
73. Jagalah amanah dengan penuh tanggung
jawab;
74. Laksanakan segala tugas dengan penuh
keikhlasan dan kesungguhan;
75. Hormati orang lain yang lebih tua dari kita
76. Jangan membuka aib orang lain;
77. Lihatlah orang yang lebih miskin daripada
kita, lihat pula orang yang lebih berprestasi dari
kita;
78. Ambilah pelajaran dari pengalaman orang-
orang arif dan bijaksana;
79. Sediakan waktu untuk merenung apa-apa
yang sudah dilakukan;
80. Jangan sedih karena miskin dan jangan
sombong karena kaya;
81. Jadilah manusia yang selalu bermanfaat
untuk agama,bangsa dan negara;
82. Kenali kekurangan diri dan kenali pula
kelebihan orang lain;
83. Jangan membuat orang lain menderita dan
sengsara;
84. Berkatalah yang baik-baik atau tidak berkata
apa-apa;
85. Hargai prestasi dan pemberian orang;
86. Jangan habiskan waktu untuk sekedar
hiburan dan kesenangan;
87. Akrablah dengan setiap orang, walaupun yang
bersangkutan tidak menyenangkan.
88. Sediakan waktu untuk berolahraga yang
sesuai dengan norma-norma agama dan kondisi
diri kita;
89. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan
fisikal atau mental kita menjadi terganggu;
90. Ikutilah nasihat orang-orang yang arif dan
bijaksana;
91. Pandai-pandailah untuk melupakan kesalahan
orang dan pandai-pandailah untuk melupakan
jasa kita;
92. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan
orang lain terganggu dan jangan berkata sesuatu
yang dapat menyebabkan orang lain terhina;
93. Jangan cepat percaya kepada berita jelek
yang menyangkut teman kita sebelum dipastikan
kebenarannya;
94. Jangan menunda-nunda pelaksanaan tugas
dan kewajiban;
95. Sambutlah huluran tangan setiap orang
dengan penuh keakraban dan keramahan dan
tidak berlebihan;
96. Jangan memforsir diri untuk melakukan
sesuatu yang diluar kemampuan diri;
97. Waspadalah akan setiap ujian, cobaan,
godaan dan tentangan. Jangan lari dari
kenyataan kehidupan;
98. Yakinlah bahwa setiap kebajikan akan
melahirkan kebaikan dan setiap kejahatan akan
melahirkan merusakan;
99. Jangan sukses di atas penderitaan orang dan
jangan kaya dengan memiskinkan orang
|
“Sebarkanlah walau satu ayat pun” … (Sabda
Rasulullah SAW)
“Niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-
amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-
dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan
Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah
mendapat kemenangan yang besar.” … ( Surah
Al-Ahzab :71)
|
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
SEMOGA BERMANFA’AT – ALHAMDULILLAH
Amanah
Berbicara tentang orang-orang yang akan
menentukan masa depan bangsa ini, tak lepas
dari membicarakan masalah amanah. Di tengah
berbagai konflik yang ada, mampukah mereka
menjalankan amanah itu?
Kata “amanah” adalah suatu kata yang besar
dalam Islam. Bila dilihat berdasarkan syariat,
amanah ini pengertiannya sangat luas dan
mendalam. Mulai dari “Menyimpan rahasia
hingga “menjalankah sesuatu yang menjadi
perjanjian atau tugas” .
Amanah adalah akhlak dari para Nabi dan Rasul.
Mereka adalah orang-orang yang paling baik
dalam menjaga amanah. Tidak heran bila
Rasulullah dikenal sebagi orang yang paling
terpercaya, terutama dalam menjalankan
amanah.
Ada empat elemen penting dalam konsep
amanah, yaitu:
Menjaga hak Allah SWT
Menjaga hak sesama manusia
Menjauhkan dari sifat abai dan berlebihan,
artinya amanah memang harus disampaikan
dalam kondisi tepat, tidak ditambahi atau
dikurangi
Mengandung sebuah pertanggung jawaban
Perlu dicatat, amanah sangat berkaitan dengan
akhlak yang lain, seperti kejujuran, kesabaran,
atau keberanian. Karena untuk menjalankan
amanah, perlu keberanian yang tegas. Amanah
sebagai salah satu unsur dalam Islam,
membuktikan bawah salah satu fungsi agama
adalah memberikan nilai pada kehidupan.
Apalagi, amanah dititipkan pada hal-hal kecil,
bukan hanya hal-hal besar saja.
Islam mengajarkan bahwa tidak ada iman bagi
orang yang tidak amanah dan tak ada agama
bagi orang yang tak berjanji. Ini berarti amanah
adalah bagian dari iman. Sehingga mereka yang
tidak menjaga amanah, termasuk pada golongan
orang-orang yang tidak beriman. Selain itu,
agama juga mengajarkan kita untuk berjanji dan
menepatinya karena itu bagian dari kehidupan.
Lebih lanjut, berbicara amanah juga merujuk
pada golongan manusia yang termasuk para
pemimpin. Bagaimanapun juga, kita semua
merupakan pemimpin, setidaknya bagi diri sendiri
dan keluarga. Sehingga, nanti kita pasti akan
ditanya dan dimintai pertanggungjawaban
tentang kepempinan kita. Hal ini tercantum
dalam Alquran surat Al Anfaal ayat 27:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu
mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan
(juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-
amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang
kamu mengetahui.
Dari ayat di atas, kita bisa lihat bahwa Allah
benar-benar dengan tegas melarang sifat
khianat. Rasulullah pun dengan tegas mendidik
orang untuk menjalankan amanah, bahkan sedari
kecil.
Misalnya, ada satu kisah tentang seorang anak
kecil bernama Abdullah. Pada suatu hari, dia
disuruh ibunya menyampaikan setandan anggur
kepda Rasulullah. Tapi di jalan, mungkin karena
kehausan, beberapa anggur dimakan oleh
Abdullah.
Ketika anggur itu diberikan, Rasulullah
mengetahui hal itu dan seketika itu juga
Rasulullah menjewer telinga Abdullah sambil
mengucapkan kalimat, “Hai pengkhianat”
sebanyak tiga kali.
Dalam hal ini, kita bisa lihat, bahwa menjaga
amanah itu sangat penting dan memiliki
konsekuensi yang besar untuk orang-orang yang
mengabaikan amanah. Begitu besarnya, hingga
bumi, langit, dan gunung pun takut
melanggarnya. Hal ini tercantum dalam Alquran
surat Al Ahzab ayat 72:
“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan
amanat kepada langit, bumi, dan gunung-
gunung, maka semuanya enggan untuk memikul
amanat itu dan mereka khawatir akan
mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh
manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim
dan amat bodoh.
|
Bila mereka saja takut, bukankah kita seharusnya
lebih takut? Karena kitalah yang akhirnya dititipi
amanah itu dan nantinya akan ditanya tentang
pertanggungjawabannya.
Jujur
Jujur adalah sifat penting bagi Islam. Salah satu
pilar Aqidah Islam adalah Jujur. Jujur adalah
berkata terus terang dan tidak bohong. Orang
yang bohong atau pendusta tidak ada nilainya
dalam Islam.
Bahkan bisa jadi orang pendusta ini digolongkan
sebagai orang yang munafik. Orang-orang
munafik tergolong orang kafir. Nauzubillah. Allah
berfirman :
Diantara manusia ada yang mengatakan: “Kami
beriman kepada Allah dan Hari kemudian,” pada
hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang
yang beriman.
Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang
yang beriman, padahal mereka hanya menipu
dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.
Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah
Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang
pedih, disebabkan mereka berdusta . [QS.2 Al-
Baqarah :8-10]
Kalau seandainya ummat Islam seorang
pendusta, tidak jujur, tentunya ketika ia
menyatakan beriman, maka imannya sangat
rapuh untuk dipercaya, karena orangnya tidak
amanah atau dapat dipercaya karena telah
dianggap pendusta.
Tips membina rumah tangga islami
Namun, demikian pula dengan suaminya kelak, dia pun menginginkan kebahagiaan dari istrinya. Dan tentunya, kebahagiaan yang didamba pun mesti berdasarkan perspektif syariat. Tak adil rasanya jika Anda banyak menuntut suami untuk menuruti seluruh keinginan Anda, namun Anda mengabaikan keinginannya.
…ada beberapa hal yang diinginkan suami Anda. Jika Anda dapat memenuhinya, maka Anda akan mendapatkan cintanya secara utuh, dan kebahagiaan pun mewarnai hidup rumah tangga…Dalam bukunya Kaifa Tushbihina Zaujatan Romansiyyah, Wafa’ Muhammad menulis bahwa untuk mendapatkan kebahagiaan dalam pernikahannya dengan Anda, ada beberapa hal yang diinginkan suami dari Anda. Dan jika Anda dapat memenuhinya, maka Anda akan mendapatkan cintanya secara utuh, dan kebahagiaan pun mewarnai hidup rumah tangga. Di antaranya adalah:
1. Anda menaati Allah dan Rasul-Nya dalam kondisi sembunyi (as-sirr) dan terang-terangan (al-‘alaniyyah), sehingga Anda menjadi istri shalihah yang merupakan sebaik-baik perhiasan dunia. Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalihah.” (HR. Muslim)
2. Anda menjaga rahasia dan hartanya ketika dia tidak berada di sisi Anda. Rasulullah juga bersabda, “Tidak ada yang lebih baik di dunia ini bagi seorang muslim setelah menyembah Allah, selain mendapatkan istri yang shalihah, cantik apabila dipandang, patuh apabila diperintah, memenuhi sumpah pernikahan, menjaga dirinya dan kekayaan suami di saat suami pergi, mengasuh anak-anaknya, tidak membiarkan orang lain masuk ke rumah tanpa izin suami, dan tidak menolak apabila suami memanggil ke tempat tidur.” (HR. Bukhari dan Muslim)
3. Sebagaimana dinyatakan hadits di atas, Anda membuatnya senang apabila dia memandang Anda dengan kecantikan jasmani, rohani, dan rasio. Tatkala seorang istri berpenampilan anggun dan cantik, maka daya tariknya semakin kuat dan menambah lengket suami kepadanya.
…Tatkala seorang istri berpenampilan anggun dan cantik, maka daya tariknya semakin kuat dan menambah lengket suami kepadanya…4. Pun demikian, seperti yang diungkapkan hadits tadi, Anda tidak keluar rumah tanpa izinnya.
5. Anda senantiasa tersenyum kepadanya. Para suami mencintai istri yang penuh senyum dan membenci wanita yang cemberut.
“Senyummu di depan saudaramu adalah sedekah,” begitulah Rasul bersabda suatu saat. Ketika tersenyum kepada saudara sesama muslim adalah sedekah, maka senyuman istri kepada suami pun bernilai pahala.
6. Anda berterimakasih kepada suami Anda. Hal berarti Anda bersyukur kepada Allah atas nikmat pernikahan yang membantunya menjaga kesucian diri, memberinya keturunan, dan menjadikannya seorang ibu yang memiliki segenap tugas mulia.
7. Anda memilih waktu yang tepat dan cara yang sesuai ketika meminta sesuatu yang Anda inginkan dari suami; khawatir kalau suami menolaknya dengan cara halus. Istri perlu memilih kata yang sesuai yang bisa meyakinkan dirinya.
8. Jika Anda keluar rumah, Anda jangan keluar dengan pakaian yang seronok dan mencuri perhatian orang-orang, dan hendaklah menjaga pandangannya. Dalam hal ini Allah berfirman:
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara lelaki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (An-Nur: 31)
9. Anda berbudi luhur, tidak meninggikan suara melebihi suami Anda jika membantah atau mengkritiknya.
10. Anda haru sabar atas kefakiran suami Anda jika dia fakir dan bersyukur atas kekayaan suami jika dia kaya.
11. Anda mendorong suami untuk menyambung silaturahmi dengan orangtua, kerabat, dan teman-temannya. Anda juga harus menampakkan kecintaan dan penghormatan kepada keluarga suami, dan membuat suami merasakan hal itu.
…Anda juga harus menampakkan kecintaan dan penghormatan kepada keluarga suami, dan membuat suami merasakan hal itu…12. Suami juga menginginkan Anda berhiaskan kejujuran dan menghindari kebohongan.
13. Suami pun menghendaki Anda mendidik anak-anaknya mencintai Allah dan Rasul-Nya, mendidik mereka menghormati orangtua dan mematuhi keduanya.
14. Dia menginginkan Anda tidak mudah marah dan emosi.
15. Anda tidak meremehkan dan mengolok-olok dirinya atau orang lain.
16. Anda diharuskan untuk rendah hati, tidak sombong, arogan, dan pongah.
17. Anda melaksanakan ibadah yang diwajibkan Allah dan memantau anak-anak untuk juga melakukannya. Karena Rasulullah menganjurkan, ““Seorang perempuan yang menegakkan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadan, dan mematuhi suaminya akan memasuki Surga melalui pintu mana saja dia suka”. (HR. Bukhari dan Muslim)
18. Anda mesti menyadari bahwa hak suami atas diri istri itu besar, lebih besar dari hak istri atas suami. Dengan demikian, wajar jika Rasulullah bersabda, “Seorang perempuan tidak patuh pada suaminya dan dia tidak akan mampu tanpa suaminya”. (HR. Bukhari dan Muslim)
19. Suami Anda menginginkan agar Anda tidak ragu-ragu untuk mengakui kesalahan, bahkan bersegera mengakuinya dan menerangkan alasan yang menyebabkannya melakukan kesalahan tersebut.
20. Hendaklah permintaan Anda kepada suami dalam batas kemampuannya. Dalam artian, Anda tidak membebani suami dan bersikap qana’ah.
21. Anda menaati perintah suami selama tidak menyuruh kemaksiatan kepada Allah dan Rasul-Nya, dan tidak melakukan puasa sunnah kecuali dengan izinnya. Hal ini sebagaimana sabda Nabi, “Tidak ada ketaatan dalam suatu kemaksiatan akan tetapi ketaatan kepada hal yang ma’ruf.” (HR. Bukhari)
22. Anda tidak memperbolehkan seseorang pun untuk masuk ke rumah ketika suami Anda tidak ada, kecuali dengan izinnya, jika bukan mahramnya, karena hal demikian dapat menimbulkan prasangka buruk.
23. Anda tidak menolak jika diajak suami ke atas ranjang. Rasulullah mewanti-wanti, “Demi Dia yang berkuasa pada hidupku, ketika sang suami memanggil istrinya ke tempat tidur dan dia menolaknya, Dia yang di Surga akan murka padanya sampai suaminya senang akan dirinya.” Selain itu, Anda dilarang untuk meninggalkan suami di tempat tidurnya. Nabi bersabda, “Ketika seorang perempuan melalui malam dengan meninggalkan suami di tempat tidur, para malaikat akan mengutuknya sampai pagi hari.”
24. Anda tidak meminta cerai dari suami, karena hal ini terlarang.
25. Hindarilah untuk berpakaian dan bertingkah laki menyerupai pria.
26. Anda tidak menyebarkan rahasia rumah tangga, tidak mengumbar cerita-cerita tentang hubungan intim Anda dengan suami kepada orang lain. Dan terpenting lagi, Anda mengingatkan suami Anda untuk berdoa ketika senggama, jika dia lupa.
27. Anda harus mengetahui benar makanan kesukaan dan kegemaran suami.
28. Anda membuat suami merasa bahwa dia penting bagi Anda. Tatkala suami Anda merasa bahwa Anda membutuhkannya, maka dia akan bertambah dekat dengan Anda. Namun ketika dia merasa bahwa Anda mengesampingkannya, maka dia akan muak dengan Anda.
29. Jika Anda mendapati perilaku suami yang tidak Anda sukai, maka bersabarlah dan memberitahunya secara baik-baik. Dan bisa jadi Anda akan mendapati perilaku lain suami Anda yang lebih baik dan luhur.
30. Suami ingin agar Anda tidak mengungkit kesalahan dan kekeliruannya, tetapi berusaha mengingat kembali kebaikan-kebaikannya dan kenangan-kenangan indah yang telah dilaluinya dan menjadi kenangan tersendiri bagi Anda berdua.
…Jika semua ini Anda penuh dan Anda lakukan, maka insya Allah kebahagiaan akan mewarnai suami Anda, dan dia pun tentunya akan membayarnya dengan melimpahkan kasih sayang dan membahagiakan Anda…